Bupati Purwakarta, “ Istri Harus Menopang Kerja Suami”

Purwakarta,wartapublik.
Anggota Dharma Wanita Persatuan  harus bisa membangun,  menjalankan organisasinya terutama dalam menopang kerja para suami sebagai Abdi Negara dan Abdi masyarakat, hal tersebut dikatakan Bupati Purwakarta H. Dedi Mulyadi, SH , kemarin.

Lebih lanjut Bupati Purwakarta  menuturkan, untuk menjalankan sebuah organisasi perlu ada perubahan serta nilai esensi dalam menjalankan roda organisasi. Kelemahan bangsa kita hari ini adalah lebih sibuk pada kulit luar atau casing bukan pada nilai serta esensi sebenarnya.

Oleh sebab itu harus  ada  perubahan,  karena pada dasarnya nilai esensi pada sebuah organisasi adalah mengabdikan diri berdasarkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat yang ada disekitar kita, tegasnya

Pelantikan Ketua  Dharma Wanita Persatuan Purwakarta masa bhakti  2013 – 2018 Ny.Hj.Yeyet Padil Karsoma  menggantikan Ny. Nenden Koswara masa bhakti 2012 – 2013 berdasarkan SK No. 73 Tahun 2013 berlangsung di Aula Gedung PKK Purwakarta Selasa,(14/5) pekan lalu.

Ny. Nenden Koswara yang masa jabatannya telah berahir  menuturkan terima kasihnya atas dukungan semua pihak selama dirinya menjabat ketua Dharma Wanita Persatuan Purwakarta, walaupun hanya satu tahun, berharap kepada Ibu Hj. Yeyet agar  berjuang serta meningkatkan eksistensi Dharma Wanita Persatuan Purwakarta  dimasa mendatang.

Sedangkan Ketua Dharma Wanita Persatuan Purwakarta yang baru dilantik, Hj. Yeyet Padil Karsoma, mengharapkan dukungan dari semua pihak dalam menjalankan kegiatan Dharma Wanita Persatuan Purwakarta yang ia embannya , Ia berharap arahan, petunjuk dan nasehat .

Kepada seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan di seluruh unit kerja untuk menjalankan tugas sebaik – baiknya untuk mengabdikan kepada masyarakat serta kepada suami dan keluarga,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH., Sekertaris Daerah Purwakarta H. Padil Karsoma, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Penasehat Dharma Wanita Persatuan Purwakarta, Ny. Hj. Anne Mustika Mulyadi, Pimpinan OPD, Ibu Bhayangkara, Persit, PKK serta GOW Purwakarta.(ars/ms)

PERTEMUAN RUTIN DHARMA WANITA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN PURWAKARTA

200180.jpgDharma Wanita Persatuan Kemenag Kab. Purwakarta menggelar pertemuan rutin yang diselenggarakan setiap dua bulan sekali di Aula Kemenag Kab. Purwakata, Selasa (24/06). Kegiatan dipimpin oleh Ketua Dharma Wanita Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta Ny.Hj.NENENG KODAR SOLIHAT, M.Si dan dihadiri oleh para isteri-isteri  pejabat eselon IV di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta .

Dalam arahannya Hj. NENENG KODAR SOLIHAT, M.Si menyampaikan agar intensitas pertemuan Dharma Wanita Kementerian Agama  Kabupaten Purwakarta agar ditingkatkan lagi. Menurutnya Dharma Wanita merupakan organisasi sosial, di mana setiap pertemuannya harus kita syukuri. “Karena di tempat ini  kita bisa belajar, pertemuan ini jangan dijadikan beban, jadikan pertemuan ini menjadi tempat kita belajar secara Intelektual, Spiritual maupun Emosional.” Ungkapnya

Selain itu juga Hj. NENENG KODAR SOLIHAT, M.Si dalam menyambut bulan suci Ramadhan 1435 H, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, karena sebentar lagi kita akan menghadapi bulan suci tersebut. Bulan suci di mana kesempatan kita untuk memperbanyak amal ibadah, karena akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Ia pun menghimbau kepada para anggota Dharma Wanita untuk tidak lupa membayar zakat, baik itu zakat fitrah maupun zakat penghasilan.

Kontributor : Asep N

Sejarah PKK

Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai gerakan pembangunan masyarakat bermula dari seminar Home Economic di Bogor tahun 1957. Sebagai tindak lanjut dari seminar tersebut, pada tahun 1961 panitia penyusunan tata susunan pelajaran pada Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kementerian Pendidikan bersama kementerian-kementerian lainnya menyusun 10 segi kehidupan keluarga. Gerakan PKK dimasyarakatkan berawal dari kepedulian istri gubernur Jawa Tengah pada tahun 1967 (ibu Isriati Moenadi) setelah melihat keadaan masyarakat yang menderita busung lapar.

Upaya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui 10 segi pokok keluarga dengan membentuk Tim Penggerak PKK di semua tingkatan, yang keanggotaan timnya secara relawan dan terdiri dari tokoh/pemuka masyarakat, para isteri kepala dinas/jawatan dan isteri kepala daerah s.d tingkat desa dan kelurahan yang kegiatannya didukung dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Pada tanggal 27 Desember 1972 mendagri mengeluarkan surat kawat no. Sus 3/6/12 kepada seluruh gubernur kdh tk. I Jawa Tengah dengan tembusan gubernur kdh seluruh indonesia, agar mengubah nama pendidikan kesejahteraan keluarga menjadi pembinaan kesejahteraan keluarga. Sejak itu gerakan PKKdilaksanakan di seluruh Indonesia dengan nama Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan tanggal 27 Desember ditetapkan sebagai “hari kesatuan gerak PKK” yang diperingati pada setiap tahun.

Dalam era reformasi dan ditetapkannya TAP MPR no. IV/MPR/1999 tentang GBHN 1999-2004, serta pelaksanaan otonomi daerah berdasarkan undang-undang no.22 tahun 1999 dan undang-undang no.25 tahun 1999, tp pkk pusat taggap dengan mengadakan penyesuaian-penyesuaian yang disepakati dalam rakernaslub pkk tanggal 31 Oktober s.d 2 November 2000 di bandung dan hasilnya merupakan dasar dalam perumusan keputusan menteri dalam negeri dan otonomi daerah no. 53 tahun 2000, yang selanjutnya dijabarkan dalam pedoman umum gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ini.

Hal yang mendasar antara lain adalah perubahan nama gerakan PKK dari gerakan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga menjadi gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, disingkat PKK, adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. PKK terkenal akan “10 program pokok”-nya.

10 Program Pokok PKK pada hakekatnya merupakan kebutuhan dasar manusia, yaitu :

  1. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
  2. Gotong Royong
  3. Pangan
  4. Sandang
  5. Perumahan dan Tatalaksana Rumah Tangga
  6. Pendidikan dan Ketrampilan
  7. Kesehatan
  8. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi
  9. Kelestarian Lingkungan Hidup
  10. Perencanaan Sehat

Memperingati Hari Kartini

dwzoyapwkDalam rangka memperingati hari kartini yang jatuh pada 21 April lalu, tim penggerak Dharma Wanita dan PKK kabupaten Purwakarta mengadakan seminar tentang perempuan.

Mengambil tema “Mendorong Peran Aktif Perempuan Dalam Pembangunan”, Anne R.M Mulyadi selaku ketua Dharma Wanita dan istri Bupati Purwakarta mengundang Nurul Arifin sebagai salah satu artis perempuan yang sukses dibidang politik.

Nurul mengisi salah satu sesi seminar dengan mengangkat topik besar “Mengapa Harus Memperingati Hari Kartini?”. Sedikit bahasan yang ia ulas, kartini adalah sosok teladan yang bisa diikuti perannya oleh perempuan terutama dalam bidang pendidikan agar setara dengan laki-laki.

“Kartini masa kini bukan hanya perempuan yang bekerja banting tulang untuk keluarga, tapi seorang ibu rumah tangga pun merupakan kartini sejati karena beliau melakukan pendidikan kecil dan sederhana untuk anak-anaknya.” ungkap perempuan yang menjabat di koalisi 2 DPR-RI.

Anne pun melengkapi sebagai perempuan yang harus berperan aktif dalam pembangunan Indonesia harus didukung dengan penampilan baik dan menarik, bukan hanya kepintaran dan keuletan. Untuk itu ia menggandeng tim Hijab Clinic Zoya sebagai salah satu narasumbernya.

“Saya ingin perempuan Indonesia itu bukan hanya pintar dan aktif dalam pembangunan pendidikan Indonesia saja. Tapi juga ingin membuat mereka tampil menarik agar semakin percaya diri. Dimulai dari kota Purwakarta insya allah kota lain pun bisa menyusul langkah ini” ujarnya.

“Banyaknya perempuan Purwakarta yang berkerudung, Saya pikir ZOYA adalah solusi yang pas untuk memberikan edukasi tentang gaya berhijab. Alhamdulillah respon peserta pun sangat positif, semoga kerja sama antara pemerintah Purwakarta dan ZOYA tidak pernah putus” tambah Anne.

DHARMA WANITA KABUPATEN MENGUNJUNGI DWP DISDUKCAPIL PURWAKARTA

Purwakarta-Peran bantu Dharma Wanita dalam menunjang pekerjaan suami sebagai Pegawai Negeri sangat besar manfaatnya, hal tersebut bisa dilihat dari etos kerja dan performance suami ketika melaksanakan tugas dan pekerjaan di kantor. Karena pribahasa mengatakan dibalik kesuksesan suami ada wanita hebat dibelakangnya, pribahasa tersebut sangat relevan menggambarkan betapa besarnya peran wanita dalam menunjang dan mendukung pekerjaan suaminya.

 

Demikian hal tersebut diungkapkan Ketua Dharma Wanita Persatuan Disdukcapil Purwakarta Ny. Hj. Yoyoh R. Suherlan saat menerima kunjungan Dharma Wanita Kabupaten Purwakarta Senin (13/10) di Aula Disdukcapil Purwakarta. Dalam pemaparannya Yoyoh R. Suherlan menjelaskan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan oleh ibu-ibu Dharma Wanita Disdukcapil Purwakarta, seperti dalam bidang kesekretariatan dengan melakukan tertib administrasi pembukuan agar pencatatan kegiatan berjalan lancar seperti pembukuan keuangan, pendataan anggota dharma wanita, penyusunan program kerja dan lainya, dalam Bidang pendidikan memberikan keterampilan kepada anggota dharma wanita dalam merangkai bunga, memberi hiasan tumpeng, mengesom baju, memasang dasi bagi suaminya, tujuannya adalah agar punya keterampilan yang terus bisa dikembangkan. Kegiatan lainnya yang biasa dilaksanakan oleh ibu-ibu dharma wanita Disdukcapil adalah dalam bidang sosial dengan memberikan bantuan makanan tambahan kepada anak balita melalui Posyandu binaan. Dalam bidang olahraga  dengan melakukan senam bersama dengan anggota dharma wanita, melakukan kegiatan kebersihan dilingkungan kantor dan tempat tinggal masing-masing, melakukan pengajian rutin sebulan sekali, halal bihalal dan lain-lain.

“Semua kegiatan yang telah kami bina dan laksanakan bertujuan untuk lebih memberikan kemandirian kepada anggota dharma wanita dalam bidang ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan pemahaman administrasi yang lebih baik, sehingga kedepannya dapat meningkatkan etos kerja suami dalam melaksanakan pekerjaan”pungkas Yoyoh.

Ketua Dharma Wanita Kabupaten Purwakarta Hj. Yeyet Padil Karsoma saat memberikan sambutan dihadapan anggota dharma wanita persatuan unit Disdukcapil Purwakarta, sangat mengapresiasi berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan oleh pengurus dharma wanita Disdukcapil beserta anggota, dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pengurus dan anggota dharma wanita sehingga bisa memberikan sumbangsih dalam menunjang kinerja suami, selain itu dengan kreativitas seorang istri aura positif yang dibawa ke kantor akan memberikan dampak positif juga terhadap pekerjaan suami, apalagi Disdukcapil termasuk dinas yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat yang menuntut performance lebih menarik, pungkas yeyet.

Sedangkan Kepala Disdukcapil Purwakarta Ir. H. Agus R. Suherlan, MM selaku panasehat Dharma Wanita Persatuan unit Disdukcapil, dalam sambutan singkatnya memberikan pesan kepada seluruh anggota dharma wanita yang hadir, untuk senantiasa memberikan dukungan kepada suami dengan selalu memperhatikan penampilan suami jangan sampai penampilan suami ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat kurang menarik. Dan hasil karya ibu-ibu dharma wanita sudah terasa manfaatnya karena selama ini Disdukcapil Purwakarta sudah dikunjungi lebih dari 100 daerah yang ada di Indonesia, hal tersebut membuktikan bahwa keberhasilan Disdukcapil Purwakarta sudah diakui oleh daerah lain, dan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan istri ketika memberikan dorongan kepada suami untuk bekerja ikhlas dan penuh tanggung jawab.

SERAH TERIMA JABATAN (SERTIJAB) DHARMA WANITA PERSATUAN KAB. PURWAKARTA

IMG_9126(Purwakarta),-Ny. Hj. Yeyet Padil Karsoma secara resmi dilantik dan dikukuhkan menjadi Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Purwwakarta, Periode 2013 – 2018. Selasa (14/5) di Aula Gedung PKK Purwakarta. Pelantikan sendiri disaksikan langsung oleh Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH., Sekertaris Daerah Purwakarta H. Padil Karsoma, Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Penasehat Dharma Wanita Persatuan Purwakarta, Ny. Hj. Anne Mustika Mulyadi, Pimpinan OPD, Ibu Bhayangkara, Persit, PKK serta GOW Purwakarta.
Ny. Hj. Yeyet Padil Karsoma, sendiri akan menggantikan Ny. Nenden Koswara, sebagai ketua Dharma Wanita Persatuan Purwakarta, berdasarkan SK No. 73 Tahun 2013 dengan masa periode 2013 – 2018.
Dalam sambutan pisahnya, Ny. Nenden Koswara, menuturkan terima kasihnya atas dukungan selama dirinya menjabat menjadi ketua Dharma Wanita Persatuan Purwakarta untuk masa periode 2012 – 2013.
“ saya ucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung saya ketika menjabat sebagai ketua Dharma Wanita Persatuan, walaupun hanya satu tahun akan tetapi seluruh dukungan dari ibu – ibu semua dan juga pak Bupati saya ucapkan terima kasih dan sayapun berharap kepada Ibu Hj. Yeyet agar terus berjuang serta meningkatkan eksistensi Dharma Wanita Persatuan Purwakarta, sebagai penopang suami kita yang bekerja dalam mengabdikan kepada masyarakat”. ujarnya.
Sedangkan menurut Ketua Dharma Wanita Persatuan yang baru, Hj. Yeyet Padil Karsoma, mengharapkan dukungan serta nasehat dalam menjalankan kegiatan Dharma Wanita Persatuan Purwakarta.
“ saya mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan kepada saya, untuk menjabat sebagai ketua Dharma Wanita Persatuan sehingga saya berharap arahan, petunjuk dan nasehat kepada Bupati Purwakarta, Penasehat Dharma Wanita serta seluruh unit kerja untuk menjalankan tugas sebaik – baiknya untuk mengabdikan kepada masyarakat serta kepada suami dan keluarga’. Ujarnya.
Sedangkan menurut Bupati, dalam arahannya menuturkan bahwa menjalankan sebuah organisasi perlu ada perubahan serta nilai esensi dalam menjalankan roda organisasi.
“ kelemahan bangsa kita hari ini adalah lebih sibuk pada kulit luar atau casing bukan pada nilai serta esensi sebenarnya, sehingga harus dimulai sebuah perubahan karena pada dasarnya nilai esensi pada sebuah organisasi adalah mengabdikan diri berdasarkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga dharma wanita harus bisa membangun sebuah esensi dalam menjalankan organisasinya terutama dalam menopang kerja para suami sebagai abdi Negara”. Tuturnya.
Selain itu, Bupati pun menjelaskan pentingnya kepekaan dalam berorganiasi karena pada dasarnya esensi berorganisasi adalah membangun solidaritas.
“ Dharma berarti pengabdian, wanita berarti sifat karena pada dasarnya menurut saya wanita itu berarti sifat yaitu sifat feminisme dimana Allah menciptakan manusia mempunyai dua sifat yaitu sifat maskulin dan sifat feminisme tergantung bagaimana manusia mengaplikasikan dalam kehidupannya dan itu juga berlaku bagaimana kita membangun sebuah daerah yang bernamakan Purwakarta dengan cinta, sehingga menghasilkan sebuah kepekaan dan sebuah organisasipun harus peka dalam menjalankan tugasnya karena selain nilai esensi organisasi yang berarti mengabdi juga membangun solidaritas dan kemandirian dan membangun kreatifitas dan yang terpenting bagaima ibu – ibu Dharma Wanita adalah menjadi seorang istri bagi suaminya memberikan ketenangan dalam bekerja”. ujarnya.
(HUMAS PEMKAB PURWAKARTA)

Arti dan Makna Logo/ Lambang Dharma Wanita

Dharma_wanita
1. Bunga melati berwarna putih yang berkelopak dengan latar belakang sang saka Merah Putih mengandung arti :
  • Kedudukan wanita sebagai salah satu asset bangsa dalam pengabdianya kepada bangsa, tanah air, dan negara Republik Indonesia, yang berasaskan Pancasila dan berdasarkan UUD 1945.
  • Warna putih melambangkan kesucian dan keluhuran budi wanita serta persaudaraan, kekeluargaan diantara sesamanya.
  • Putik bunga berwarna kuning dan berjumlah lima melambangkan cita-cita dan perintis yang mewariskan sifat-sifat kemurnian pengabdian dan kesetiaan serta kepada generasi wanita penerus dalam pembangunan masyarakat dan manusia Indonesia seutuhnya.
  • warna kuning melambangkan cita-cita yang luhur, sedangkan lima putik bunga melambangkan adanya generasi wanita penerus yang berkelanjutan.

2. Gambar padi terdiri dari 15 butir dan kapas terdiri dari 6 buah melambangkan ;

  • Cita-cita dan tujuan organisasi DWP, yaitu mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang merata berasaskan Pancasila dan berdasarkan UUD 1945, bagi seluruh rakyat Indonesia pada umumnya dan bagi seluruh anggota DWP pada khususnya.
  • Gambar padi juga sebagai simbol kegiatan bidang ekonomi, sedangkan gambar kapas sebagai simbol kegiatan bidang sosial budaya.

3. Gambar rantai terdiri dari 15 mata rantai melambangkan ;

  • Rasa persatuan dan persaudaraan yang erat diantara seluruh anggota DWP, untuk secara bersama-sama bahu membahu dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi organisasi guna mencapai cita-cita dan tujuan organisasi.

4. Gambar buku melambangkan ;

  • Kegiatan bidang pendidikan untuk meningkatkan kualitas anggota dengan senantiasa menimba ilmu pengetahuan sesuai dengan laju perkembangan teknologi.